Balai Besar Pelatihan Pertanian - Binuang - Kalimantan Selatan

Peningkatan Profesionalisme Penyuluh Pertanian Sebagai Motivator Pengembangan Tanaman Jagung

Isu strategis yang kini sedang dihadapi dunia adalah perubahan iklim global, terjadi krisis pangan dan energi dunia, harga pangan dan energi meningkat. Kondisi global tersebut juga terjadi di Indonesia, serta diperlukan upaya-upaya guna mengamankan produksi dan meningkatkan stok pangan nasional.

Di Indonesia jagung merupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori atau makanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatan taraf hidup ekonommi dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produksi melalui sumberdaya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun hasil dan teknologi.

Untuk meningkatkan produksi jagung serta mengembangkan kegiatan budidaya jagung terutama di Kalimantan, maka Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, yang dibebankan kepada Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang khususnya Bidang Penyelenggaraan Pelatihan Aparatur untuk melaksanakan Diklat Teknis Jagung Angkatan I.

Diklat Teknis Jagung Angkatan I dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 07 sampai dengan 13 Maret 2017 bertempat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang Jalan Ahmad Yani Km. 85 Binuang Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan.

Semua peserta yang mengikuti diklat ini adalah Penyuluh Pertanian PNS yang bertugas di wilayah sentra pengembangan jagung di Kalimantan. PenanggungJawab Penyelenggara kegiatan Bapak Ir. Muhammad Khairudin mengatakan bahwa Narasumber nantinya yang akan melatih para peserta berasal dari Ditjend Hortikultura Jakarta serta dari BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan dan Widyaiswara BBPP Binuang sendiri, dan metoda pelatihan dilaksanakan menggunakan pendekatan Experiential Learning Cycle (ELC) atau AKOSA yang berarti Alami Kemukakan Olah Simpulkan dan Aplikasikan, tambah beliau. Abs