Balai Besar Pelatihan Pertanian - Binuang - Kalimantan Selatan

CF-SKR PROGRAM JEPANG UNTUK INDONESIA, LATIH PETANI DAN GENERASI MUDA SAMBOJA KUTAI KARTANEGARA

Diklat Teknis bagi Petani dan Generasi Muda di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Lau Kawar libatkan tiga puluh petani dan generasi muda Kecamatan Samboja. Dalam rangka program Counterpart Fund-Second Kennedy Round (CF-SKR) tahun 2016 kerja sama pemerintah Jepang dan Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, pelatihan berlangsung hingga lima hari dibagi dua angkatan.

Counterpart Fund-Second Kennedy Round (CF-SKR) merupakan hibah dari Pemerintah Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan di negara-negara berkembang melalui penyediaan sarana produksi pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian cq. Pusat Pelatihan Pertanian telah melaksanakan Pemberdayaan P4S dalam Program CF-SKR pada tahun 2006, 2008, 2009, 2011, 2015 dan 2016. Kegiatan tahun 2016 dimanfaatkan untuk melanjutkan dan mengembangkan transfer teknologi dan agribisnis melalui diklat dan magang di P4S. Khusus tahun 2016 pengembangan agribisnis difokuskan pada komoditas padi, jagung, kedele, bawang merah dan cabe.

Diklat Teknis bagi Petani yang dibuka langsung oleh Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Susmawati, SP,MP pada Senin (14/11) dan untuk Diklat Teknis bagi Generasi Muda dibuka oleh Bapak Soleh Wahyudi, S.ST pada Senin (21/11) sepakat menekankan pada keseriusan peserta mengikuti pelatihan. Kita patut bersyukur atas apa yang dapat dilaksanakan di P4S Lau Kawar Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, mengingat lebih dari seribu jumlah P4S di seluruh Indonesia, P4S Lau Kawar termasuk P4S terbaik yang dipilih oleh Kementerian Pertanian dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Dibutuhkan keselarasan antara perilaku dan sikap peserta dalam mengikuti materi dan pengaplikasiannya dilapangan. Pembenaran atas materi yang disampaikan hendaknya setelah pulang dari pelatihan, peserta juga mampu menerapkan baik teori maupun praktek yang telah disampaikan dalam pelatihan.Untuk itu, kiranya apa yang telah didapatkan ini, mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam mensukseskan swasembada pangan seiring dengan peningkatan dan perbaikan taraf perekonomian masyarakat Samboja dan Kabupaten Kutai Kartanegara, ungkapnya.
Sebagai pemateri, P4S Lau Kawar hadirkan PPL dari BP3K Samboja Ibu Lasinah, SP dan Bapak Sugeng, SP serta beberapa orang tenaga teknis budidaya tanaman cabe Kabupaten Kutai Kartanegara.